Site Loader
Rock Street, San Francisco

Rasulullah Shallallahu’alaihiwa Sallam diutus menjadi rasul ketika bangsa arab masih diliputi kebodohan.Tidak ada cahaya yang menerangi mereka sebelumnya, sehingga ketika Rasulullah Shallallahu’alaihiwa Sallam menyampaikan Agama Islam ditolak oleh kaum kafir dan dicapsebagai orang gila, dukun, pendusta, dll.

Kondisi masyarakat yang bodoh membuatmereka dipengaruhi sistem ekonomi dan cara berpikirnya orang Yahudi Laknatullah’alaih,Sistem riba mereka terapkan di setiap tempat termasuk Mekah dan Madinah (Abu,2010). Selama 10 tahun awal masadakwah Rasulullah Shallallahu’alaihi wa Sallam terfokus pada menekankantauhid pada Allah, setelahnya baru memasuki fase dakwah yang lebih luas sepertishalat, zakat, puasa, haji, jihad, amar ma’ruf nahi munkar,sertaperintah lainnya dalam Islam tanpa meninggalkan unsur tauhid sebagaipenyempurnaan syariat Islam. Rasulullah Shallallahu’alaihi wa Sallam mengajarkanbahwa bila sudah tertanam tauhid pada seseorang akan memudahkan untuk menerimaperintah-perintah dari Allah Subhaanahu wa Ta’ala.

Best services for writing your paper according to Trustpilot

Premium Partner
From $18.00 per page
4,8 / 5
4,80
Writers Experience
4,80
Delivery
4,90
Support
4,70
Price
Recommended Service
From $13.90 per page
4,6 / 5
4,70
Writers Experience
4,70
Delivery
4,60
Support
4,60
Price
From $20.00 per page
4,5 / 5
4,80
Writers Experience
4,50
Delivery
4,40
Support
4,10
Price
* All Partners were chosen among 50+ writing services by our Customer Satisfaction Team

Tauhid yang sudah tertanamdalam setiap manusia akan mendukung tegaknya hukum Islam pada hukum negara. BilaIslam sudah tegak pada suatu negara, maka akan membuat negara tersebut tidakada halangan lagi untuk mendapat kesejahteraan yang diturunkan oleh Allah Subhaanahuwa Ta’ala. Syaikh Shalih Al-Fauzan (2017) mengatakan dalam fatwanya, “Penerapan hudud1merupakan upaya perlindungan. Yaitu perlindungan bagi jiwa, kehormatan,harta serta sebagai penjagaan stabilitas keamanan masyarakat. Dan dalam penerapanhudud juga terdapat perlindungan bagi kaum Muslimin dalam dharuriyatulkhams (lima perkara urgen), yaitu: penjagaan agama, penjagaan jiwa (nyawa),penjagaan kehormatan, penjagaan akal, dan penjagaan harta.

Inilah dharuriyatulkhams. Pelanggaran terhadap setiap poin ini terdapat hukuman tertentu.Sehingga terciptalah keamanan bagi darah manusia, kehormatan mereka, dan hartamereka. Dan setiap hudud yang Allah tetapkan itu merupakan rahmat. Oleh karena itudisebutkan dalam hadis,’Satu hukuman hadd yang ditegakkandi atas muka bumi, lebih baik daripada hujanselama 40 hari’2Penerapan hududjuga mendukung pembangunan negara, penjagaan stabilitaskeamanan negara, dan berbagai maslahat lainnya.Sebagaimana penerapan hudud telah tampakjelas di negeri ini (Arab Saudi). Di negeri ini menerapkan hudud,menegakkan syariat Islam, serta berhukum dengan syariat Islam, maka Allah punberi kenikmatan yang besar bagi negeri ini, yang diidam-idamkan olehnegeri-negeri lainnya.

Maka suatu negeri yang besar, walaupun mereka memilikipersenjataan canggih dan teknologi canggih, dan mereka menerapkan hukuman-hukumanyang sadis, namun mereka tidak bisa mewujudkan keamanan di negerinya. Namunnegeri ini ketika menerapkan hudud yang Allah tetapkan, terwujudlah keamanandalam bentuk yang terbaik, yang tidak ada tandingannya di muka bumi. Karena iniadalah syariat dari Allah yang Maha Bijaksana dan Maha Mulia, tidak ada kezalimandan tidak ada kesemena-menaan di dalamnya. Yang ada adalah keadilan, hikmah danrahmat.

Walillahilhamdu.”             SyaikhShalih Al-Fauzan telah menggambarkan kepada kita tentang negeri yang menerapkansyariat Islam dan tegak tauhid pada warga negaranya, negara tersebut menjadisatu-satunya negara yang tidak memungut pajak pada penduduknya, dan bentukkenyamanan lainnya yang bisa dirasakan di sana sehingga terjaga pula keberadaandua kota suci umat Islam yaitu Mekah dan Madinah, itulah sebagian dampak daricara Rasulullah Shallallahu’alaihi wa Sallam dalam membangun negarabeserta kedamaian dan kesejahteraan warga negara.2.3 Cara Menekan Kemiskinan di IndonesiaSyariat yang telahRasulullah Shallallahu’alaihi wa Sallam tidak terikat pada tempat,waktu, dan ada atau tidaknya beliau, namun bagaimana sebuah negara besertawarganya menerapkan syariat Islam. Sehingga apa yang sudah kita lihat dari caraRasulullah Shallallahu’alaihi wa Sallam membangun negara, dapat puladiaplikasikan di Indonesia.

Pengaplikasian dari syariat Islam yang dapatditerapkan di Indonesia sesuai dengan tuntunan Rasulullah Shalallahu’alaihiwa Sallam menurut Yazid (2013) adalah,a.      Bekerja Sebagai Kewajiban WargaNegaraSetiap orangyang hidup dalam masyarakat Islam seperti Indonesia diwajibkan bekerja ataumencari nafkah. Nabi Shallallahu’alaihi wa Sallam melarang seseoranguntuk meminta minta dan mengharuskan seseorang untuk bekerja dan berkelana dimuka bumi ini serta makan dari rezeki Allah Azza wa Jalla. Nabi Shallallahu’alaihiwa Sallam menerangkan bahwa beliau bekerja dengan menjadi penggembalakambing.

Demikian pula dilakukan oleh para sahabat nabi yang bekerja denganberdagang.Allah berfirman, Dia-lah yang menjadikan bumiuntuk kamu yang mudah dijelajahi, maka jelajahilah di segala penjurunya danmakanlah sebagian dari rezeki-Nya. Dan hanya kepada-Nyalah kamu (kembalisetelah) dibangkitkan. (Al-Mulk :15)Ada sekelompok orang yangenggan dan malas bekerja dengan dalih “Bertawakal kepada Allah Azza wa Jalla”.Pendirian seperti ini tidak dibenarkan oleh Islam. Bertawakal kepada Allah Azzawa Jalla bukan berarti diam dan tidak bekerja.

Tawakal adalah berusaha,berikhtiar sambil berdoa dan menggantungkan harapan hanya kepada Allah Azzawa Jalla saja. Sebagai Muslim, hendaklah kita berpedoman kepada sabdaRasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam ketika ada seseorang yangmembiarkan untanya terlepas, tanpa diikat, dengan dalih bertawakal kepadaAllah. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menegurnya dengan mengatakan, Ikatlah dulu untamu itukemudian baru engkau bertawakkal.

3b.     Membantu Keluarga yang LemahSetiapIndividu diwajibkan untuk menghilangkan kemiskinan pada dirinya dan keluarganyadengan bekerja. Namun di samping itu, harus pula seorang muslim untuk membantu kerabatnyayang tidak mampu bekerja.Konsep yangdikemukakan untuk menanggulangi kemiskinan adalah dengan memberikan jaminanhidup untuk keluarganya dan keluarga lain.

Islam memerintahkan antar anggotakeluarga dan juga meringankan penderitaan anggota keluarga yang lain. Allah Azzawa Jalla berfirman,Orang-orang yang mempunyaihubungan kerabat itu sebagiannya lebih berhak terhadap sesamanya (daripada yangbukan kerabat) menurut Kitab Allah. (Q.

S. Al-Anfâl :75)c.      ZakatPada setiapharta orang kaya ada hak orang miskin, dan Allah sudah mengaturnya dengankewajiban zakat. Usaha Islam dalam menanggulangi kemiskinan itu bukanlah suatuusaha setengah-setengah. Pemberantasan kemiskinan, bagi Islam justru merupakansalah satu asas yang khas dan fundamental.

Tidak mengherankan kalau zakat yangtelah dijadikan oleh Allah sebagai sumber jaminan hak-hak orang-orang fakirmiskin itu tersebut ditetapkan sebagai rukun Islam yang ketiga.Allah Azza wa Jalla berfirman,Sesungguhnya zakat itu hanyalahuntuk orang-orang fakir, orang miskin, amil zakat, yang dilunakkan hatinya(mualaf), untuk (memerdekakan) hamba sahaya, untuk (membebaskan) orang yang berhutang,untuk jalan Allah dan untuk orang yang sedang dalam perjalanan, sebagaikewajiban dari Allah. Allah Maha mengetahui, Maha bijaksana. (Q.

S. At-Taubah :60)d.     Memenuhi Hak selain ZakatDi sampingzakat, masih ada hak-hak lain yang wajib dipenuhi seorang Muslim karenaketerikatannya dalam tempat dan hubungan dirinya seperti kurban, kafarat sumpah,kafarat karena sanksi, fidyah bagi orang tua yang tidak mampu berpuasa, haktanaman pada saat mengetam, dan hak untuk mencukupi orang miskin baik darimasyarakat maupun pemerintah.Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,Tidak patut dinamakan orangyang beriman, orang yang tidur malam dalam keadaan kenyang sedangkantetangganya yang berada di sampingnya menderita lapar, padahal iamengetahuinya.4e.

      SedekahSeorang muslim yang baik akansenantiasa ringan tangannya untuk bersedekah. Baginya harta yang ia miliki tidakbermanfaat sebelum disedekahkan. Ia senantiasa senang bersedekah baik secaraterang-terangan maupun dikala sendiri. Baginya sedekah bukanlah sekedar bisnisuntuk mendapatkan harta dan penghargaan, lebih dari itu ia berharap agar sedekahnyamampu menyelamatkannya di akhirat. Sifat inilah yang selalu ditanamkan dalamAl-Quran dan Hadits, seperti sabda Rasulullah Shallallahu’alaihi wa Sallam Siapakah di antara kalian yangmencintai harta ahli warisnya lebih daripada mencintai hartanya sendiri? Merekamenjawab, “Wahai Rasulullah! Tidak ada seorang pun di antara kami melainkanlebih mencintai hartanya sendiri.” lalu beliau bersabda, “Sesungguhnya hartanyasendiri itu ialah apa yang telah dipergunakannya (disedekahkannya) dan hartaahli warisnya ialah apa yang ditinggalkannya.5 Metode-metode tersebutsebenarnya sudah dilaksanakan di Indonesia, namun belum optimal sehingga efekdarinya belum terlihat dengan jelas.

Masyarakat cenderung menjadi terusmengarahkan metode penyelesaian masalah yang berkiblat pada barat, sehinggaturut mempengaruhi budaya, etika, dan pemikiran yang terus luntur oleh doktrinkebarat-baratan.Allah bersumpah bahwa imantidak akan sah dan benar kecuali dengan tiga hal,1.     Menyelesaikan setiap perkara danperselisihan pada Rasulullah Shallallahu’alaihi wa Sallam2.     Merasa puas dengan apa yang telahdiputuskan olehnya dan tidak merasa berat hati atas putusan tersebut.3.     Menerima sepenuhnya atas putusantersebut dan melaksanakannya tanpa menunda dan menyelewengkannya.

Allah berfirman,Barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apayang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir. (Q.S. Al-Maidah: 44)Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurutapa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang yang zalim.

(Q.S.Al-Maidah : 45)Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurutapa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang fasik. (Q.S.Al-Maidah : 47).            MenurutMuhammad (1998),” Jika seseorang tidak memutuskan suatu perkara dengan apa yangditurunkan Allah dengan maksud mengejek, melecehkan, atau ia berkeyakinan adateori lain yang lebih bagus maka ia telah kafir dan keluar dari Agama Islam. Diantara mereka adalah yang membuat hukum yang bertentangan dengan Islam.

Kemudian jika seseorang tidak memutuskan perkara sesuai hukum Allah tanpa adaunsur melecehkan namun meyakini hukum lainnya lebih baik daripada hukum Allah,maka ia termasuk orang-orang zalim, bukan termasuk kafir, namun derajatkezalimannya tergantung apa yang ia putuskan. Dan yang terakhir, bilamenerapkan selain hukum Allah tanpa ada unsur melecehkan dan ia meyakini hukumAllah adalah yang terbaik namun ia hanya ingin mencari perhatian di hadapanmanusia, maka ia termasuk orang fasik dan derajat kefasikannya tergantung apayang ia putuskan.”            Tapiperlu dititikberatkan bahwa pelaksanaan hukum-hukum Islam tidak bisasemena-mena dipropagandakan atau bahkan melakukan kudeta terhadap pemimpin.Sebagai seorang muslim diwajibkan untuk taat kepada pemimpin selama perintahnyatidak bertentangan dengan hukum Islam. Bukan seperti khawarij yangselalu menjelekkan, memberontak, dan berusaha mengambil alih kekuasaan padapemimpin. Namun kembali kepada kaidah awal, yaitu dengan menegakkan tauhidterlebih dahulu pada setiap warga negara untuk menjadikan negara yang baik,sejahtera, dan bebas kemiskinan.

 1Batasan-batasan  yang berlandaskan tauhiddan syariat islam. Berupa sanksi.2 HR.

Ahmad 16/301, dihasankan Al Albani dalam Silsilah Ash Shahihah,1/1633Hasan: HR. at-Tirmidzi (no. 2517). 4Shahîh: HR. al-Bukhâri dalam al-Adâbul Mufrad (no. 112), ath-Thabrâni dalamal-Mu’jamul Kabîr (no.

12741), al-Baihaqi dalam Syu’abul imân (no. 5272), danlainnya. Lihat Silsilah al-Ahâdîts ash-Shahîhah (no.

149).5Shahîh: HR. al-Bukhâri (no. 6442)

Post Author: admin

x

Hi!
I'm Eric!

Would you like to get a custom essay? How about receiving a customized one?

Check it out