Site Loader
Rock Street, San Francisco

Pada tahun2016 silam, jumlah kasus perkosaan sudah mencapai 259.

150 kasus yang terjadi diIndonesia. Kasus perkosaan ini menjadi terus meningkat seiring denganberjalannya waktu. Dalam hal perkosaan ini tentu saja menimbulkan kerugian padakaum perempuan yang menjadi korban. Dalam kasus perkosaan ini perempuanmerupakan korban baik dari sistem sosial, politik maupun budaya. Masalahperkosaan atau kekerasan seksual ini merupakan bentuk kejahatan yang dapatmenodai harkat dan martabat seorang wanita. Selain itu perkosaan dapat membuatcidera fisik, trauma maupun depresi bagi sang korban.

Best services for writing your paper according to Trustpilot

Premium Partner
From $18.00 per page
4,8 / 5
4,80
Writers Experience
4,80
Delivery
4,90
Support
4,70
Price
Recommended Service
From $13.90 per page
4,6 / 5
4,70
Writers Experience
4,70
Delivery
4,60
Support
4,60
Price
From $20.00 per page
4,5 / 5
4,80
Writers Experience
4,50
Delivery
4,40
Support
4,10
Price
* All Partners were chosen among 50+ writing services by our Customer Satisfaction Team

Seorang wanita yangmenjadi korban perkosaan akan berfikir bahwa hal tersebut adalah akhir dari segalahidupnya. Sebagian juga akan berfikir bahwa dengan terjadinya kasus perkosaan yangtelah menimpanya maka hilang sudah harapannya dimasa depan. Dampak lain yangsangat disayangkan adalah tumbuhnya janin dalam kandungan yang tidak diharapkan.Hal inilah yang memicu para korban perkosaan melakukan tindakan yang dilarangoleh hukum yakni tindakan aborsi yang dapat membahayakan dirinya sendiri.Dalam kasuslain, di zaman globalisasi saat ini para remaja telah banyak mengenal istilahseks bebas dan sudah banyak dari mereka yang terjerumus didalamnya. Banyak pararemaja yang menjalani hubungan yang awalnya biasa – biasa saja namun denganseiring berjalannya waktu, dengan menghalalkan segala cara mereka melakukansuatu hubungan suami istri yang tidak sepatutnya dilakukan oleh remaja. Seksbebas telah menciptakan naiknya angka kehamilan di kalangan remaja saat ini.

Hal ini tentu saja diiringi dengan meningkatnya angka abortus yang kini sudahmencapai 58%. Aborsi atau dengan kata lain pengguguran kandungan merupakansuatu perbuatan yang bagaimanapun wujud dan caranya terhadap kandungan seorangperempuan yang menimbulkan akibat lahirnya bayi atau janin dari dalam rahimperempuan tersebut sebelum waktunya dilahirkan menurut alam. Perbuatan memaksakelahiran bayi atau janin belum waktunya ini sering disebut dengan abortusprovocatus atau kadang disingkat dengan aborsi.1Aborsi merupakan suatu tindakan kejahatan yang manakejahatan tersebut berupa menghilangkan nyawa orang lain atau suatu perbuatanmenghilangkan nyawa orang lain yang dilakukan dengan sengaja. Di Indonesia,aborsi atau abortus diatur dalam Kitap Undang – Undang Hukum Pidana (KUHP)dalam pasal 346; pasal 347; pasal 348; pasal 349 dan juga dalam Undang – UndangNomor 36 Tahun 2009 tentang kesehatan pasal75; pasal 76; pasal 77 serta diaturdalam Peraturan Pemerintah Nomor 61 tentang Kesehatan Reproduksi pasal 31;pasal 32; pasal 33; dan pasal 34. Namun dalam kasus lain aborsi diperbolehkanapabila seorang perempuan yang tengah hamil tersebut dalam keadaan sakit yangdapat mengancam nyawa dari perempuan tersebut maka diperbolehkan melakukanaborsi demi menyelamatkan nyawa dari perempuan itu.

Proses aborsi yangdilakukan juga harus dengan penanganan dokter agar keselamatan dari perempuantersebut terjamin.Begitu juga dalam ajaran Islam yang menyatakan bahwatindakan aborsi merupakan suatu tindakan yang tidak diperbolehkan atau haramuntuk dilakukan, karena sama saja dengan membunuh sesuatu yang telah bernyawa. Sebagaimanafirman Allah dalam Qur’an Surah Al-Baqarah ayat; 228 yang menyatakan: “janganlah kamu mencari alasan untukmenggugurkan kandunganmu dan menghindar darinya dengan cara apapun.” Danfirman Allah dalam Qur’an Surah Al-Israa’ ayat; 33 yang berbunyi: “dan janganlah kamu membunuh jiwa yangdiharamkan Allah (membunuhnya), melainkan dengan suatu (alasan) yang benar.” Dalamhal aborsi ini, Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mengharamkan tindakanaborsi ini sejak tahun 2000.

Tindakan  aborsimerupakan topik yang sudah tidak asing diperbincangan. Baik dalam negeri maupundiluar negeri, baik dalam suatu forum formal maupun dalam forum non – formallainnya. Permasalahan aborsi sudah ada dan dikenal sejak lama, dimana dalammelakukan aborsi dapat dilakukan dengan berbagai cara. Misalnya dengan bantuandokter, dengan cara tradisional atau dengan meminum ramuan – ramuan racikantradisional.

Bahkan kini sudah ada sebuah obat yang apabila obat tersebutdiminum oleh seorang perempuan yang sedang hamil maka kandungan didalamnya akanmati dan akan keluar. Obat – obatan tersebutpun sudah dijual bebas di toko obat– obatan. Kebanyakan para pelaku aborsi ini tidak mempedulikan atas dampak yangterjadi, karena dalam melakukan aborsi bisa saja pelaku meninggal.Dalam kasus yang tengah dibahas ini, beberapa korban perkosaanini ada juga yang tidak melaporkan kasus perkosaan yang dialaminya pada aparatpenegak hukum untuk diproses lanjut ke tingkat pengadilan negeri dikarenakanbeberapa faktor. Misalnya rasa malu atau ingin menyimpan kejadian yangdialaminya ini agar hal yang bisa dibilang sebagai aib ini tidak menyebarditempat tinggalnya yang bisa membuatnya dicemooh atau tidak diterima didalammasyarakat. Faktor lain adalah adanya ancaman yang diberikan oleh si pelakupemerkosaan kepada korban pemerkosaan untuk tidak melaporkan kejadian tersebutpada aparat penegak hukum. Kejadian seperti inilah yang mempengaruhi kondisimental atau kejiwaan para korban pemerkosaan. Maka dari itu korban berperanpenting dalam mengurangi tingkat kasus pemerkosaan di Indonesia.

Karena apabilakorban tidak melaporkan kasus pemerkosaan yang dialaminya maka pihak berwajibtidak dapat menghukum atau memberi sanksi kepada para pelaku pemerkosaan. Halini membuat para pelaku pemerkosaan tidak merasa jera dan terus mencari korban– korban baru.Seperti contoh kasus pada bulan agustus silam yang bertempatdi Sulawesi Selatan dimana polisi mengamankan dua orang pemuda dan juga seorangdukun beranak yang tengah melakukan aborsi. Akibat dari perbuatan yang merekaperbuat, maka mereka dituntut dengan pasal 348 KUHP dengan pidana penjaraselama lima tahun dan pasal 194 Undang – Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentangKesehatan dengan ancaman pidana maksimal sepuluh tahun dengan denda palingbanyak 1 Milliar.

Jika kasus – kasus seperti ini diberi ketegasan maka paralaki – laki yang memiliki pemikiran kotor dan tidak bisa menahan hawa nafsudapat merasa takut untuk melakukannya. Begitu juga dengan para pelaku yangsudah ditangkap akan merasa jera dan tidak akan mengulangi perbuatannya lagi.1 Adami Chazawi, KejahatanTerhadap Tubuh dan Nyawa, PT RajaGrafindo Persada, Jakarta,2004,hal. 113.

Post Author: admin

x

Hi!
I'm Eric!

Would you like to get a custom essay? How about receiving a customized one?

Check it out