Site Loader
Rock Street, San Francisco

Himbauanlain diberikan untuk para korban dan individu termasuk kelompok Hak AsasiManusia Indonesia agar seluruh sektor dan elemen masyarakat untuk melawanimpunitas serta sepakat bahwa impunitas untuk kejahatan serius pada masa laluyang berlawanan dengan nilai-nilai kemanusiaan dapat meracuni masyarakat danmemunculkan bentuk kekerasan yang baru.

1Selanjutnya merehabilitasi para korban serta menghapus segala jenis persekusidan larangan yang dilakukan pihak otoritas yang menghalangi mereka untukmenikmati secara penuh hak-hak asasi mereka yang dijamin di bawah undang-undangIndonesia dan Internasional.2Serta yang terakhir menegakkan kebenaran tentang apa yang terjadi pada tahun1965 sehingga generasi yang akan datang dapat belajar dari masa lalu.3Upaya dan tanggapan dalampenyelesaian yang dilakukan jaringan International People’s Tribunal 1965 Upayapenyelesaian kasus pelanggaran hak asasi manusia berat Indonesia 1965-1966 yangdilakukan Yayasan International People’s Tribunal 1965 tidak hanya selesai padaputusan sidang pengadilan rakyat internasional 1965 yang dilaksanakan diDenhaag, Belanda. Namun jalan panjang yang di tempuh oleh InternationalPeople’s Tribunal 1965 dalam mengupayakan penyelesaian kasus pelanggaran hakasasi manusia berat Indonesia 1965-1966 lebih kepada menghimpun berbagaidukungan dari berbagai elemen masyarakat Indonesia maupun Internasional. Hal inimemang sudah menjadi tujuan yang di inginkan oleh International People’s Tribunal1965 guna menarik atensi publik se luas-luasnya. Tujuan International People’sTribunal 1965 dalam menarik atensi publik di dalam maupun luar negeri bukantanpa alasan melainkan sebagai dorongan terhadap sosialisasi menyoal kebenaranperistiwa 1965. Terdapatbeberapa agenda yang dilaksanakan setelah putusan International People’sTribunal 1965 dalam mengupayakan penyelesaian dari dalam negeri Indonesiamaupun dalam mekanisme Internasional. Di dalam negeri Indonesia, InternationalPeople’s Tribunal 1965 akan menyerahkan semua salinan temuan fakta pada pemerintahmaupun Komisi Nasional Hak Asasi Manusia guna memperkuat hasil temuanpenyelidikan yang telah di buat Komisi Nasional Hak Asasi Manusia pada 2012lalu.

Best services for writing your paper according to Trustpilot

Premium Partner
From $18.00 per page
4,8 / 5
4,80
Writers Experience
4,80
Delivery
4,90
Support
4,70
Price
Recommended Service
From $13.90 per page
4,6 / 5
4,70
Writers Experience
4,70
Delivery
4,60
Support
4,60
Price
From $20.00 per page
4,5 / 5
4,80
Writers Experience
4,50
Delivery
4,40
Support
4,10
Price
* All Partners were chosen among 50+ writing services by our Customer Satisfaction Team

4Selain menyerahkan semua temuan fakta, International People’s Tribunal jugamendesak Komisi Nasional Hak Asasi Manusia dalam memeberikan pertanggungjawabankepada publik sampai dimana proses yang dilakukan di kejagung.5Sertamelakukan desakan kepada DPR komisi 3, untuk segera memanggil Komisi Nasional HakAsasi Manusia maupun Komisi Nasional Perempuan dan Kejagung yang merupakan mitrakerja komisi 3 dalam meminta penjelasaan kelanjutan laporan Komisi Nasional HakAsasi Manusia tersebut.6Selain mengupayakan penyelesaian kasus dari dalam negeri melalui KomisiNasional Hak Asasi Manusia, International People’s Tribunal 1965 akan menggunakanmekanisme Hak Asasi Manusia internasional.7Untuk mengagendakan pembahasan pelanggaran Hak Asasi Manusia diperlukan duanegara guna mengajukan pembahasan di Perserikatan Bangsa Bangsa.

Untukmengupayakan penyelesaian dari dalam negeri Indonesia maupun secaraInternasional diperlukan berbagai dukungan guna merealisasikan penyelesaianterkait peristiwa 1965. Dukungan tersebut muncul dari berbagaiorganisasi maupun individu terutama yang memiliki fokus terhadap isu hak asasimanusia. Banyak yang mengapresiasi dari berlangsungnya gelaran InternationalPeople’s Tribunal 1965.

Ini terlihat dari banyaknya respon positif dari pembentukanberbagai kegiatan diskusi, lokakarya, seminar, dan kegiatan serupa yangdilaksanakan di dalam maupun di luar negara Indonesia. Dukungantersebut mulai dari distribusi informasi, pengolahan hasil penelitian,konsultasi, sampai dengan menyerahkan hasil-hasil penyeldikan yang telahdilakukan sebelumnya untuk dijadikan rujukan tambahan pada saat gelaranpengadilan maupun setelah gelaran pengadilan.Gelombangdukungan muncul dari berbagai kalangan tidak terlepas organisasi pro hak asaimanusia internasional yang juga melakukan penyelidikan serta upaya-upaya dalammenyelesaikan kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia berat 1965-1966 denganserius. Seperti dalam gelaran International People’s Tribunal 1965, para jaksamenggunakan laporan selain yang disusun oleh Komisi Nasional Hak Asasi Manusia.

Laporan lain yang di bawa atau digunakan dalam gelaran International People’sTribunal 1965 adalah laporan penyelidikan dari Amesty Internasional pada tahun1977.8Laporan ini bukan hanya mendukung bukti-bukti yang telah ada, namun jugamenjadikannya sebagai salah satu dokumen utama dalam melengkapi kesaksian parakorban.Selanjutnya Human Right Watch juga melakukan berbagai upaya gunamenekan pemerintah Amerika Serikat untuk mendeklasifikasi arsip terkaitkomunikasi Gedung Putih, Keduataan Besar AS di Jakarta, dan para pejabat negarayang diduga mengetahui dan terlibat dalam peristiwa 1965 dan gelombangkekerasan pada tahun-tahun setelahnya.

Hal yang sama  pernah dilakukan Human Rigth Watch dalam upayauntuk mendesak Presiden Obama membuka dokumen penting terkait Dirty Wars di Brazil dan Argentina. Darihal tersebut pada bulan April 2016, Human Right Watch juga melakukan pertemuandengan beberapa perwakilan pemerintah Indonesia untuk membicarakan permintaanresmi pemerintah Indonesia kepada pemerintah AS. Dengan adanya permintaan resmidari pemerintah Indonesia sendiri, pemerintah AS akan lebih cepat dalammemberikan respon.

9 SebelumHuman Right Watch mengajukan pendeklasifikasian dokumen rahasia terkaitperistiwa 1965, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia juga telah mengirimkanpermintaan secara resmi terkait deklasifikasi dokumen rahasia kepada pemerintahAS. Namun pengajuan dari Komisis Nasional Hak Asasi Manusia tidak mendapatkantanggapan dari pemerintah Amerika Serikat.Desakankepada pemerintah AS untuk mendeklasifikasikan dokumen diplomatik dan arsipintelejen yang berkaitan dengan peristiwa 1965-1966 muncul dari berbagaikalangan, dua diantaranya berupa petisi yang ditujukan kepada Presiden BarrackObama dan Kongres AS. Petisi pertama di inisiasi oleh East Timor Action Networkyang bekerjasama dengan Amnesty International, TAPOL, dan Watch Indoneisa padaOktober 2014. Petisi ini ditandatangani oleh 2.800 orang.10Kemudian, petisi kedua di inisiasi oleh Human Right Watch pada Desember 2015,sampai pada waktu penelitian ini dilakukan, petisi yang digagas oleh HumanRight Watch telah ditandatangani oleh lebih dari 24.000 orang.11Sementara itu, Tom Udall, Anggota Senar AS dari Komite Hubungan Luar Negerimemberikan respon terhadap desakan-desakan yang muncul dengan mengajukanresolusi mengenai pendeklasifikasian dokumen diplomatik dan arsip intelejenyang berkaitan dengan peristiwa 1965/1966, resolusi tersebut dibawa kedalamsidang paripurna senat ke 113 pada Desember 2014, dan sidang paripurna senat ke114 pada Oktober 2015.121 IPT 1965 Foundation, FinalReport of IPT 1965.2 IPT 1965 Foundation, FinalReport of IPT 1965.3 IPT 1965 Foundation, FinalReport of IPT 1965.4http://kbr.id/terkini/07-2016/pasca_putusan_kasus_65__ini_langkah_lanjutan_ipt_1965/83285.html(diakses pada 10 Desember 2017)5http://kbr.id/terkini/07-2016/pasca_putusan_kasus_65__ini_langkah_lanjutan_ipt_1965/83285.html (diakses pada 10Desember 2017)6http://kbr.id/terkini/07-2016/pasca_putusan_kasus_65__ini_langkah_lanjutan_ipt_1965/83285.html (diakses pada 10Desember 2017)7http://kbr.id/terkini/07-2016/pasca_putusan_kasus_65__ini_langkah_lanjutan_ipt_1965/83285.html (diakses pada 10Desember 2017)8IPT 1965 Foundation, FinalReport of IPT 1965.9 Human Rights Watch and KontraSPress Conference, Indonesia: Remarks by Kenneth Roth, Executive Director, https://www.hrw.org/news/2016/04/13/indonesia-remarks-kenneth-roth-executive-director diakes pada 4 Desember 201710 Petisi Pertama https://www.change.org/p/sign-now-u-s-release-the-records-acknowledge-u-s-role-in-1965-66-mass-violence-in-indonesia diakes pada 4 Desember 201711 Petisi Kedua http://thelookofsilence.com/participate diakes pada 4 Desember 201712 Resolusi dapat diakses di https://www.scribd.com/document/249795193/Sense-of-the-Senate-Resolution-Regarding-Indonesia dan https://www.scribd.com/document/283345376/Udall-Introduces-Resolution-to-Promote-Reconciliation-on-50th-Anniversary-of-Indonesian-Massacres diakes pada 4 Desember 2017

Post Author: admin

x

Hi!
I'm Eric!

Would you like to get a custom essay? How about receiving a customized one?

Check it out