Site Loader
Rock Street, San Francisco

China began cooperation with
America during the time of Mao Zedong’s mandatory leadership to stem the Soviet
Union. Cooperation policy is growing in the days of Deng Xiaoping. Where Deng
Xiaoping with Open Door Policy that he designed to make China more flexibility
to establish economic cooperation, especially with the United States. The
economic cooperation between China and the United States includes trade in
goods, services, finance and investment. The existence of various kinds of
economic cooperation is one factor that makes China as a country with
significant economic growth.

Keywords : China, United States,
Economic Cooperation, Economic Growth

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

Pendahuluan

Asia Timur merupakan kawasan
yang menjadi basis kekuatan ekonomi dan politik dari negara-negara Asia. Dimana
dalam kawasan tersebut terdapat negara-negara seperti Jepang, China serta Korea
Selatan yang memiliki pengaruh besar dalam sistem politik serta perekonomian
internasional. Dalam perjalanannya, pengaruh negara-negara Asia Timur dalam
sistem internasional tidak diperoleh dengan serta-merta. Misalnya adalah
Jepang, pasca kekalahan pada Perang Dunia II yang menjadikan negara tersebut
mengalami kehancuran dalam berbagai aspek. Akan tetapi mereka mampu bangkit dan
kembali menjadi salah satu negara dengan perkembangan ekonomi yang signifikan.
Begitu juga dengan China dan Korea Selatan yang terus mengalami pertumbuhan
ekonomi.

Dalam beberapa dekade
terakhir, China muncul sebagai salah satu kekuatan ekonomi baru. Dimana negara
tersebut terus mengalami pertumbuhan ekonomi yang sangat pesat. Keberhasilan
China dalam meningkatkan pertumbuhan ekonominya tersebut tidak lepas dari
berbagai kebijakan yang sukses diaplikasikan. Salah satunya adalah kebijakan
kerjasama dengan Amerika Serikat, baik dalam bidang ekonomi maupun keamanan.
Kebijakan kerjasama ini menjadi menarik karena kedua negara tersebut memiliki
pandangan politik yang bertolak belakang.

Hubungan kerjasama antara
China dan Amerika Serikat sudah dimulai sejak masa kepemimpinan Mao Zedong. Era
perang dingin yang kemudian memunculkan dua polar besar dunia yakni Amerika
Serikat dan Uni Soviet. Dimana adanya dua polar besar menjadikan China merasa
perlu untuk membentuk aliansi untuk mengatasi kekuatan besar yang menghadang.
Amerika Serikat merupakan negara yang pada masa itu memiliki kekuatan yang
seimbang dengan Uni Soviet. Melalui kunjungannya, Mao Zedong menyatakan bahwa
pentingnya negara-negara yang diluar Uni Soviet untuk bekerja sama dalam
membendung kekuatan yang ada. Kerjasama ini kemudian terus berlanjut pada era
kepemimpinan Deng Xiaoping. Dimana Deng Xiaoping ini merupakan figur penting
bagi China yang mana berhasil menormalisasikan hubungan antara China dengan
Amerika Serikat, Jepang, serta Eropa. Keberhasilannya
dalam memimpin negara Cina diakui oleh beberapa pemimpin negara lainnya, Deng
Xiaoping dipandang sebagai pemimpin Cina yang Communist Pragmatism.1 Sejak
masa pemerintahan Deng Xiaoping, kerjasama Cina dan Amerika Serikat semakin
membaik dengan membentuk berbagai kerjasama ekonomi. Terdapat tanda tanda yang
terlihat jelas mengenai sifat diplomasi Cina saat ini yang lebih aktif,
termasuk bertumbuhnya hubungan perdagangan, penandatanganan berbagai
kesepakatan kerjasama, dan meningkatnya jumlah kunjungan tingkat tinggi ke
berbagai negara oleh pejabat senior Cina2.
Salah satunya adalah hubungan antara Cina dan Amerika Serikat yang bergerak di
bidang ekonomi. Adanya
berbagai bentuk kerjasama ini tentu menghasilkan keuntungan yang signifikan
bagi China.

 

 

Pembahasan

            Hubungan
kerjasama antara China dan Amerika Serikat tidak hanya berhenti pada masa
kepemimpinan Deng Xiaoping saja. Dimana berbagai kerjasama antara kedua negara
tersebut masih terus berjalan pada era pemimpin-pemimpin selanjutnya. Bahkan
pada saat ini hubungan antara China dan Amerika Serikat semakin erat. Dalam
berbagai kerjasama yang terjalin, terdapat berbagai keuntungan yang diperoleh
China. Dimana hal tersebut memberikan pengaruh pada adanya pertumbuhan
perekonomian China yang berkembang pesat. Terdapat berbagai kerjasama ekonomi
dengan Amerika Serikat yang kemudian memberikan keuntungan signifikan bagi
China.

Salah
satunya adalah dalam sektor perdagangan barang, dimana Amerika Serikat
merupakan pasar utama bagi ekspor China. Amerika Serikat dapat dikatakan
sebagai pasar luar negeri utama bagi produk-produk China. Menurut
statistik China,
ekspor yang dilakukan China ke Amerika Serikat pada 2016 meningkat 7,2 kali pada tahun 2001, yaitu
mencapai US $389,1 miliar.3 Sedangkan menurut statistik Amerika Serikat,
impor Amerika Serikat dari Cina pada 2016 mencapai US $481,8 miliar atau meningkat 4,7 kali lipat dari tahun 2001.4
Hal ini kemudian menunjukan bahwa China merupakan salah satu sumber impor bagi
Amerika Serikat. Pada dasarnya industry dari China dan Amerika Serikat saling
melengkapi satu sama lain dan kemudian Amerika Serikat merupakan pasar luar
negeri yang sangat strategis bagi produk industri China. Produk industri dari
China seperti  electric machines,  electric 
apparatus  peralatan
sound,  peralatan mekanik beserta suku
cadangnya,  furnitur  beserta 
suku cadangnya, mainan beserta suku cadangnya,  sepatu dan boots adalah kategori produk dalam
jumlah yang relatif besar di antara ekspor Cina ke Amerika Serikat.

Selain
dalam sektor perdagangan barang, kerjasama dalam sektor jasa antara China dan
Amerika Serikat juga memberikan keuntungan yang signifikan. Dimana kedua
negara tersebut  melakukan kerjasama perdagangan jasa yang
saling menguntungkan di bidang teknologi dan budaya. Adanya kerjasama ini merupakan kesempatan
yang baik bagi China
dalam mengenalkan teknologinya ke luar negeri dan peningkatan industri dalam
negerinya. Selain itu,
adanya kerjasama dalam bentuk investasi juga memberikan keuntungan bagi China. Menurut
statistik Kementerian Perdagangan China
yang dirilis pada Desember 2016, Amerika Serikat telah menginvestasikan dan
membangun total akumulasi dari 67.000 perusahaan investasi asing di China, dan investasi aktual yang dilakukan
sebesar US $79,86 miliar yang mencakup 7,8% dari jumlah perusahaan investasi
asing yang disetujui oleh China
dan 4,5% dari jumlah modal asing yang digunakan, dan berada pada urutan kelima
di antara sumber investasi.5

Kerjasama
ekonomi dengan Amerika Serikat dalam sektor finance
juga sangat meberikan keuntungan bagi China. Dimana seperti diketahui bahwa
Amerika Serikat merupakan pusat finansial global dengan pasar
yang sangat maju dengan peraturan yang telah di standarisasi. Amerika Serikat adalah pasar modal
terbesar dan paling efektif di dunia, yang menyebabkan semakin banyak
perusahaan China
lebih memilih untuk diperdagangkan di pasar finansial Amerika Serikat. Pasar
finansial Amerika Serikat tidak hanya menyediakan ruang untuk mendorong
pembiayaan, penggabungan dan akuisisi perusahaan China berkualitas tinggi, namun juga
membantu memperbaiki reputasi global perusahaan, mendorong reformasi internal
perusahaan China
dan memperbaiki tata kelola perusahaan mereka.6
Melihat kondisi manajemen perusahaan di China yang sebagian besar ditangani oleh
swasta, maka metode yang dilakukan oleh Amerika Serikat ini sangat membantu China dalam hal memperbaiki sistem
perekonomiannya. American  Investment 
Banks,  Accounting  Firms, 
Law  Firms dan organisasi
profesional lainnya telah berpartisipasi aktif di pasar keuangan China.7
Di satu sisi, organisasi organisasi tersebut telah membuka peluang pengembangan
yang besar bagi pasar China.
Organisasi professional yang dibawa oleh Amerika Serikat telah memberikan
pengalaman dalam pengelolaan dan operasi keuangan, dan untuk lebih
mengembangkan tenaga keuangan yang professional di China.

 

Adanya
berbagai macam investasi dari Amerika Serikat tentuk memberikan keuntungan bagi
pertumbuhan perekonomian China. Investasi yang dilakukan Amerika Serikat di
China lebih didominasi pada sektor manukfaktur. Dimana produk
manufaktur yang disumbang oleh Amerika Serikat adalah manufaktur peralatan
transportasi, peralatan komunikasi, komputer, peralatan peralatan elektronik
lainnya, mesin listrik, manufaktur peralatan, manufaktur peralatan umum, bahan
baku kimia, dan manufaktur produk kimia.8
Disisi yang lain, China juga melakukan investasi di Amerika Serikat. Dimana
dengan adanya investasi ini maka perusahaan China tidak hanya membuka pasar lokal,
tetapi juga akan lebih memahami dinamika pasar dan arah perkembangan teknologi,
serta meningkatkan kemampuan riset dan pengembangan.

Kerjasama
ekonomi antara China
dan Amerika Serikat memberikan keuntungan tersendiri bagi China baik keuntungan secara langsung
maupun keuntungan secara tidak langsung dengan adanya kerjasama ini. Salah satu bentuk keuntungan yang diperoleh
adalah  mempromosikan transformasi dan
peningkatan ekonomi dimana perusahaan teknologi informasi dan high-tech Amerika Serikat telah
mempromosikan pengembangan sektor teknologi di China, dan produk produk high-end
(kualitas tinggi), peralatan dan teknologi yang diimpor dari Amerika
Serikat telah mempromosikan peningkatan dan pengembangan sektor manufaktur China.9
Kerjasama dengan Amerika Serikat dalam perdagangan dan investasi akan membantu China untuk memperkenalkan teknologi
asing yang canggih.10
Perusahaan multinasional yang diwakili oleh perusahaan yang diinvestasi oleh Amerika
Serikat merupakan salah satu tujuan utama bagi lulusan universitas di China. Sejumlah besar warga negara China yang telah menerima pendidikan
tinggi di Amerika Serikat merupakan salah satu sumber daya manusia berkualitas
tinggi di China.11 Adanya kerjasama di bidang ekonomi juga dapat menciptakan lapangan pekerjaan, dimana
perdagangan bilateral telah menciptakan banyak kesempatan kerja untuk
masyarakat China.
Dimana perusahaan
Cina yang memperoleh investasi
dari Amerika Serikat merupakan lapangan pekerjaan yang bagus bagi para pencari
kerja di China.
Selain itu adanya investasi Amerika Serikat
juga
menambah pendapatan pajak dan tarif juga merupakan keuntungan tersendiri bagi China.

Keuntungan lain dari kerjasama
ekonomi China dengan Amerika Serikat adalah meningkatkan pasar konsumen dalam
negeri, dimana impor produk pertanian dari Amerika Serikat telah mengurangi
penggunaan sumber daya lahan di China.
Pasar konsumen China
yang awalnya hanya sebatas pertanian, saat ini telah mengalami perkembangan. Impor
dari Amerika Serikat yang sebelumnya
terbatas pada beberapa sektor saja telah berkembang menjadi beberapa sektor seperti impor pesawat
(total 440 pesawat diimpor pada 2016 seharga US $12,5 miliar), kendaraan (total
255.000 kendaraan diimpor pada 2016 seharga US $12,1 miliar) dan peralatan
medis (US $3 miliar impor pada tahun 2016) yang diimpor dari Amerika Serikat
telah memenuhi kebutuhan perjalanan, medis dan kesehatan di China.
Dengan
perkembangan perdagangan dan kehadiran sejumlah besar perusahaan yang didanai Amerika
Serikat di China,
banyak merek internasional terkenal telah memasuki pasar China.12
Hal ini merupakan keuntungan bagi China
sehingga sumber daya dalam negerinya yang mengandalkan pertanian dapat
tergantikan dengan adanya kerjasama bilateral tersebut.

Keberhasilan China sebagai negara
dengan pertumbuhan ekonomi yang signifikan tersebut tentu tidak dapat
dilepaskan dari adanya kerjasama-kerjasama ekonomi dengan Amerika Serikat
maupun negara lain. Adanya kerjasama ekonomi ini tentu tidak lepas dari
keberanian para pemimpin terdahulu China dalam merubah arah kebijakannya. Jika dahulu China merupakan negara yang tertutup, terbelakang
serta negara komunis yang cenderung menutup
dirinya dari pergaulan internasional, 
maka pada saat ini China
bangkit menjadi negara yang maju, modern, terbuka, menjadi  pusat manufaktur perusahaan-perusahaan besar
serta menjadi negara yang patut di perhitungkan dalam kancah global. Melalui konsep open door policy atau kebijakan pintu terbuka inilah China mulai membuka diri terhadap investasi yang
ingin masuk. Dengan adanya investasi yang masuk maka terjadi transfer
teknologi. Dengan teknologi inilah China
mampu menjadi negara yang mandiri yang selanjutnya proses industrialisasi dapat
dijalankan tanpa bantuan dari negara lain. Open
door policy merupakan langkah awal peran serta China dalam globalisasi ekonomi dunia.13

Melalui
berbagai macam kerjasama ekonomi dengan Amerika Serikat, China memperoleh
banyak keuntungan. Yang kemudian secara ekonomi menjadikan China sebagai salah
satu kekuatan perekonomian dunia.  Secara
pertumbuhan ekonomi, China sudah mengungguli pertumbuhan ekonomi Amerika
Serikat pada setiap tahunnya. Akan tetapi adanya kerjasama ekonomi antara China
dengan Amerika Serikat bukannya tanpa hambatan. Dimana permasalahan
yang muncul dari tingginya ekspor dan impor di China adalah terjadinya defisit oleh Amerika
Serikat karena Amerika Serikat lebih mementingkan ekspornya tanpa membagi peran
dengan China dengan baik.
Teknologi yang dikerjakan sebagian besar produk dari perusahaan yang
diinvestasi oleh Amerika Serikat di China
ditangani oleh Amerika Serikat dan hal ini jelas merugikan Amerika Serikat karena akan
semakin  meningkatakan cost  yang dibutuhkan ketimbang membagi peran dengan
perusahaan China
itu sendiri. Selebihnya, kebijakan China
dalam melakukan kerjasama ekonomi dengan Amerika Serikat merupakan keputusan
yang sangat bijak, jika dikaitkan dengan persaingan kekuatan antara kedua
negara ini, Amerika Serikat dan China
dapat melakukan hubungan kerjasama ekonomi yang baik dengan sedikit
mengesampingkan persaingan diantaranya.

 

Kesimpulan

            Dari
paparan diatas menunjukan bahwa adanya kerjasama ekonomi antara China dan
Amerika Serikat jelas memberikan keuntungan bagi kedua belah pihak, terutama
bagi China. Munculnya kebijakan kerjasama ekonomi dari China tentu tidak dapat
dilepaskan dari sosok Deng Xiaoping. Dimana kebijakan open door policy dimulai oleh China dimulai pada masa kepemimpinan
dari Deng Xiaoping, yang tentunya beliau memiliki peran besar dalam munculnya
kebijakan tersebut. Kebijakan ini menciptakan
pola diplomasi China yang
lebih aktif dengan terjalinnya hubungan bilateral dengan negara-negara lain,
termasuk Amerika Serikat. Namun, kebijakan awal yang menjadi titik mula
terjalinnya hubungan China-Amerika
Serikat ialah kebijakan Yitiaoxian yang
merupakan respon dari Mao Zedong atas tindakan Uni Soviet yang berusaha
menghimpit China
setelah gagalnya aliansi Sino-Soviet. Sebuah respon dari Mao Zedong untuk
menggandeng Amerika Serikat dalam membendung Uni Soviet. Yang kemudian
dilanjutkan oleh pemimpin-pemimpin China selanjutnya dalam menjalin berbagai
macam kerjasama dengan Amerika Serikat yang dapat mengungtungkan China.

Dengan semakin kuatnya perekonomian
dari China jelas menjadikannya salah satu kekuatan ekonomi dunia. Hal ini
kemudian memberikan potensi munculnya persaingan yang semakin ketat dengan
Amerika Serikat, meskipun kerjasama antara China dan Amerika Serikat masih akan
terus berlanjut. Secara ekonomi, China sangat diuntungkan dengan kerjasama yang
terbentuk ini. Kerjasama yang terjalin antar keduanya membantu China untuk memperkenalkan teknologinya dan
memberikan lapangan pekerjaan bagi warga negara China di Dataran China seiring dengan masuknya investasi Amerika
Serikat. Sedangkan di lain pihak, Amerika Serikat terancam defisit jika tetap
mempertahankan peran tunggalnya dalam mengurus investasinya di China karena menimbulkan cost yang jauh lebih besar. Hal ini tentu menguntungkan bagi
China serta dapat memunculkan potensi menjadikan China semakin mengungguli
Amerika Serikat dalam sektor ekonomi.

 

1 Ronald C. Keith, Deng Xiaoping and China Foreign Policy. Routledge,
2008. Hal. 1

2
Elizabeth Economy, Cina’s Rise in
Southeast Asia: implications for the United States,  Journal of Contemporary China,2005. Hal. 409–425.

3 “Research
Report on China-US on Economic and Trade Relations.” Ministry of Commerce
of the People’s Republic of China. diakses pada 17 Desember 2017. http://www.gov.cn/xinwen/2017-05/25/5196803/files/8183d06f0cad4b319ab230859bec1226.pdf

4 Ibid.

5 Ibid.

6 Ibid.

7 Ibid.

8 Ibid.

9 Ibid.

10 Ibid.

11 Ibid

12 Ibid.

13Christopher Layne, China’s Challenge to US
Hegemony, Security Global Trends, 2008.

Post Author: admin

x

Hi!
I'm Eric!

Would you like to get a custom essay? How about receiving a customized one?

Check it out